CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Tuesday, July 15, 2008

PUISI CINTA PENYAIR TUA


USIANYA seperti teja yang menanti ketibaan malam

lalu ia diusik gundah dan resah

ketika menatap purnama berkelana

berteman sejuta bintang

dan dia hanya bisa berdiri di padang lalang

sendirian merenung langit dengan seribu harapan

untuk terbang dan bertemu dengan kekasih

yang tidak diberi perhatian

yang tidak dihulurkan kesetian

buat kesekian waktu


Ditulisnya bait-bait cinta

untuk kekasih yang tidak pernah rasa kecewa

dan bait-bait itu tersusun rapi

menjadi puisi sepi seorang penyair tua

yang telah lama berkelana

mencari bunga-bunga mekar

di tengah padang lalang


Penyair tua dari kota yang tak bernama itu

mencatatkan ungkapan kasih

seorang pengembara yang telah kembali

dengan membawa seribu lara

di atas puisi cintanya

ditulisnya ‘aku kembali padamu hari ini

untuk terus mencintaimu’

wajahnya kembali bersinar

tunduk dan tafakur

menanti esok yang kian hampir


September 2004

0 comments: